Momiji dan Indahnya 4 Musim di Jepang

Indahnya Momiji di negara empat musim, Jepang.” Kalimat itulah yang selalu teringat di benak saya ketika saya membaca sebuah buku botani empat tahun silam. Momiji atau yang dikenal dengan sebutan maple adalah inspirasi besar bagi saya sehingga saya bisa melanjutkan studi di negara matahari terbit, Jepang. Sebelum melanjutkan cerita, perkenalkan saya Doddy Juli Irawan. Saya bekerja di salah satu pusat penelitian Institut Pertanian Bogor (IPB) yang bernama Center for Climate Risk and Opportunity Management in Southeast Asia Pacific (CCROM SEAP). Saat ini saya sedang melanjutkan studi S2 di Faculty of Environmental Science, Hokkaido University melalui program Panasonic Scholarship 2012.

Berawal dari ketertarikan saya terhadap hutan dan lingkungan, setelah saya lulus dari bangku putih abu-abu, saya melanjutkan studi S1 di jurusan Silvikultur, Fakultas Kehutanan IPB. Banyak sekali ilmu baru yang saya pelajari bangku kuliah, sampai pada akhirnya saya pernah membaca buku botani dan melihat sebuah gambar pohon Momiji yang ternyata berasal dari Jepang. Pohon Momiji adalah salah satu pohon yang daunnya kemerahan pada saat musim gugur. Sungguh indah dan sangat memotivasi saya untuk melihat pohon tersebut secara langsung.

Setelah selesai kuliah saya sempat berkeinginan untuk melanjutkan studi S2, namun karena pertimbangan waktu dan kesempatan maka saya memutuskan untuk berkarir terlebih dahulu menjadi seorang peneliti atau researcher di CCROM SEAP IPB. Motivasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi serta impian untuk pergi melihat pohon Momiji secara langsung selalu ada di benak saya. Oleh karena itu saya selalu mencoba untuk mencari peluang beasiswa yang ada. Beberapa informasi beasiswa ke Jepang yang pernah saya dapatkan memiliki persyaratan yang bervariasi mulai dari TOEFL score, GPA (Indeks Prestasi Kumulatif), hingga surat rekomendasi dosen di salah satu universitas di Jepang yang ingin kita masuki.

Terkadang, banyak dari teman-teman yang merasa kurang percaya diri untuk mendaftar dan mencoba. Tetapi, bagi saya pribadi tidak demikian. Apabila kita memiliki keinginan dan impian yang ingin diwujudkan, maka kita harus berusaha dan berani mencoba. Bulan Januari 2011 saya pernah memberanikan diri untuk mencoba mendaftar program beasiswa Hokkaido University Presidential Scholarship 2011. Kondisi saya pada saat itu kebetulan telah berkomunikasi dengan salah satu sensei di Hokkaido University yang diperkenalkan oleh dosen saya di IPB melalui komunikasi email. Saya sangat terkesan sekali dengan semua sensei di Jepang karena secara umum semua sensei meresponse positif apa yang kita butuhkan untuk keperluan pendaftaran beasiswa.

Setelah menerima pengumuman dari pihak Hokkaido University mengenai hasil Hokkaido University Presidential Scholarship 2011 ternyata saya masih belum berjodoh untuk mendapatkan beasiswa ke Jepang. Saya masuk dalam daftar waiting list dan masih dapat mencoba untuk kesempatan selanjutnya. Melihat kondisi tersebut, saya selalu kembali teringat kembali akan keinginan, impian melihat pohon Momiji, serta semangat sensei untuk selalu mencoba mencari peluang beasiswa lainnya. Pada akhirnya saya mencoba untuk mencoba beasiswa lainnya baik untuk program ke Jepang, Eropa, China bahkan ke Thailand. Saya menyadari, kegagalan akan selalu ada namun dari semua kegagalan akan ada hasil akhir yang tidak pernah kita perkirakan sebelumnya.

Segala kepasrahan dan kegalauan saya curahkan, hingga pada akhirnya saya mencoba untuk membaca mailing list (milis) di group dan saya melihat ada peluang beasiswa Panasonic 2012. Alamat website beasiswa http://www.panasonicscholarship.com/ . Secara tidak sengaja saya mencoba untuk meng”klik” semua option yang ada, mulai dari persyaratan GPA minimal 3.50, TOEFL score, JLPT (Japanese Language Proficiency Test), jurusan atau bidang yang ingin diambil (Pertanian, Teknik, Sains), serta kondisi kita saat ini (apakah sudah berkomunikasi dengan sensei di salah satu universitas di Jepang, atau belum). Kebetulan karena bidang saya adalah kehutanan, maka saya masuk ke dalam jurusan pertanian.

Hal yang perlu diperhatikan dalam mendaftar Panasonic Scholarship adalah memperhatikan persyaratan yang diminta serta deadline pengumpulan dokumen. Rentang waktu pembukaan pendaftaran beasiswa Panasonic melalui sistem online dimulai dari bulan Januari hingga Maret, tergantung dari informasi yang tersedia di website. Proses penyeleksian beasiswa meliputi seleksi dokumen (dari hasil online submission), selanjutnya akan terpilih 100 orang semi finalist yang mengikuti seleksi tahap selanjutnya. Dari 100 orang yang terpilih, pihak Panasonic akan meminta kita kembali untuk mengirimkan study and research plan, surat rekomendasi dari dekan atau ketua jurusan, transcript, serta mengisi application form yang telah disediakan.

Setelah pihak Panasonic memeriksa semua dokumen, dari 100 semi finalist diseleksi kembali menjadi 24 orang yang kembali diminta untuk memperkuat essay dan motivasi mengapa kita ingin melanjutkan studi di negeri sakura. Hingga pada akhirnya pihak Panasonic menyeleksi 12 finalis yang mengikuti Final Selection di Jakarta. Pada saat penyelenggaraan Final Selection, ada diskusi kelompok, presentasi research planning, serta wawancara dengan pihak Panasonic. Pada akhirnya, dari 12 finalis akan dipilih 3 orang kandidat penerima beasiswa Panasonic untuk berangkat ke Jepang. Apabila dilihat dari proses penyeleksian, seluruh tahapan seleksi dimulai pada bulan Januari hingga bulan Juni setiap tahunnya.

Alhamduillah, saya mendapatkan kesempatan menjadi salah satu penerima beasiswa Panasonic untuk periode keberangkatan tahun 2012. Berdasarkan pengalaman saya, untuk keberangkatan ke Jepang tahun 2012 maka proses penyeleksian dilaksanakan pada tahun sebelumnya yaitu tahun 2011. Program beasiswa Panasonic diperuntukkan bagi yang ingin melanjutkan studi untuk strata S2/ Master dengan periode belajar selama 3 tahun. Tahun pertama kita akan belajar bahasa dan budaya, selain itu sebagai research student di Universitas yang ingin kita masuki. Sedangkan dua tahun berikutnya kita akan menempuh pendidikan S2. Saya sangat senang dan bersyukur dapat memperoleh beasiswa Panasonic, karena tidak hanya belajar untuk program S2 namun kita juga belajar bahasa serta budaya Jepang selama 1 tahun yang sangat menarik untuk dipelajari. Selain itu, penerima Program beasiswa Panasonic yang juga berasal dari negara lain seperti China, Malaysia, Thailand, Vietnam, Taiwan, India akan mengikuti beberapa kegiatan seperti Award Ceremony, Summer seminar serta kegiatan tahunan lainnya.

Tepat pada tanggal 25 Maret 2012, saya akhirnya tiba di Jepang. Ketika saya melihat di jendela pesawat, saya disambut oleh salju yang terhampar indah. Sungguh pemandangan yang tidak pernah saya temukan di negara tropis. Ternyata pada saat itu di wilayah Hokkaido masih menikmati periode akhir musim dingin. Menurut saya, setiap musim di Jepang memiliki keunikan tersendiri, misalnya setelah musim dingin berakhir maka akan beralih menjadi musim semi yang diiringi bermekarannya bunga sakura. Berakhirnya musim semi pun disambut dengan musim panas yang hangat dan pada akhirnya musim yang sangat saya tunggu, musim gugur. Akhirnya, setelah sekian lama saya menunggu pohon Momiji yang ada di sekitar kampus, dedaunan yang semula berwarna hijau sedikit demi sedikit berganti menjadi kemerahan ataupun kuning. Sungguh pemandangan yang sangat indah dan tidak ada duanya.

Buat teman-teman yang memiliki impian dan keinginan yang kuat, terus berusaha dan jangan pernah menyerah! Kami tunggu kedatangan teman-teman semua ke Jepang.

Penulis: Doddy Juli Irawan
Staf Biro Olahraga dan Budaya PPI Jepang 2012/2013