Beasiswa Monbukagakusho / MEXT

Beasiswa Monbukagakusho / MEXT (dulu Monbusho), atau beasiswa dari pemerintah Jepang, adalah beasiswa yang paling banyak diterima pelajar Indonesia yang saat ini bersekolah di Jepang. Beasiswa ini meliputi biaya studi dan biaya hidup, tanpa ikatan apapun. Ada beberapa jenis program yang didanai beasiswa ini, baik itu yang bergelar (D2, D3, S1, S2, S3) maupun nongelar (research student atau training).

Secara umum, beasiswa Monbukagakusho diberikan melalui 2 jalur, yaitu jalur rekomendasi universitas (biasa disebut U-to-U) atau rekomendasi kedutaan (G-to-G). Untuk jalur pertama, biasanya universitas-universitas Jepang mengadakan tes masuk yang sudah terkait langsung dengan beasiswa Monbukagakusho. Sedangkan untuk jalur kedua, Kedutaan Besar Jepang di Indonesia dan Konsulat di Surabaya, Medan dan Makassar setiap tahun melaksanakan pendaftaran dan penyeleksian bagi para peminat beasiswa Monbusho. Informasi lebih rinci dapat diperoleh di website Kedutaan Jepang: http://www.id.emb-japan.go.jp/sch.html. Informasi populer tersedia juga di Wikipedia.

Berikut ini rangkuman perbedaan beasiswa Monbukagakusho U-to-U dan G-to-G:

1. U-to-U

  • Semua proses aplikasi dan seleksi dilakukan oleh universitas yang ingin kita lamar.
  • Tidak bebas memilih universitas. Universitas di Jepang yang ingin kita lamar perlu memiliki kerja sama (Memorandum of Understanding) dengan universitas asal kita. Untuk informasi lebih lanjut tentang kerja sama ini bisa ditanyakan kepada pihak universitas atau kepada jurusan yang bersangkutan di Indonesia.
  • Keberangkatan biasanya bulan September/Oktober tahun berikutnya (semester musim gugur).
  • Bahasa Jepang tidak diwajibkan. Langsung masuk kuliah tahun pertama.
  • Harus mengontak profesor yang ada di Jepang terlebih dahulu saat proses aplikasi beasiswa. Profesor di Jepang harus memberikan “lampu hijau” sebelum aplikasi lamaran beasiswa dapat dikirim.
  • Kedatangan di Jepang diatur oleh profesor di Jepang yang bersangkutan.

2. G-to-G

  • Semua proses aplikasi dan seleksi dilakukan di Kedubes Jepang di Indonesia.
  • Bebas memilih universitas di Jepang yang ingin kita lamar.
  • Keberangkatan biasanya bulan Maret/April tahun berikutnya (semester musim semi).
  • Belajar bahasa Jepang intensif selama 1 semester hingga 1 tahun di Jepang sebelum masuk kuliah tahun pertama.
  • Saat proses aplikasi beasiswa tidak perlu kontak dengan profesor yang ada di Jepang terlebih dahulu. Semua urusan terkait dengan kedutaan. Nantinya kita bebas memilih profesor yang diinginkan jika lolos proses seleksi di Kedubes Jepang di Indonesia.
  • Kedatangan di Jepang diatur oleh pihak JASSO (Japan Student Service Organization) atau organisasi lainnya yang ditunjuk pemerintah Jepang.

Semoga bermanfaat!